Kardus dan Karton Box Ternyata Berbeda! Ini Penjelasan Lengkap yang Jarang Diketahui
Kardus dan Karton Box Ternyata Berbeda! Ini Penjelasan Lengkap yang Jarang Diketahui – Dalam dunia industri, pengemasan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari rantai pasok (supply chain). Kemasan berfungsi melindungi produk dari kerusakan, mempermudah pengiriman, serta meningkatkan nilai jual.

Namun, ada satu kesalahan umum yang sering terjadi banyak orang menganggap kardus dan karton box adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi bahan, struktur, maupun fungsinya.
Di Indonesia, istilah “kardus” biasanya digunakan secara umum untuk menyebut segala bentuk kemasan berbahan kertas tebal. Sementara “karton box” sering digunakan oleh kalangan industri dan e-commerce untuk kemasan pengiriman. Dua istilah ini memang mirip, tapi tidak identik.
Jika Anda bergerak di bidang logistik, manufaktur, atau retail, memahami perbedaan keduanya bisa membantu menentukan kemasan yang paling efisien untuk produkmu.
Artikel ini akan membahas secara mendalam apa perbedaan kardus dan karton box, mulai dari bahan dasar, proses pembuatan, kekuatan, hingga penggunaannya di industri modern. Yuk, kita bahas satu per satu!
Pengertian Kardus dan Karton Box
Apa Itu Kardus?
Kardus adalah bahan kemasan berbasis kertas tebal yang biasanya terdiri dari satu atau dua lapisan kertas kraft. Kardus cenderung digunakan untuk kemasan produk ringan seperti makanan, minuman, atau barang rumah tangga.
Ciri khas kardus:
- Lebih tipis dan lentur dibanding karton box.
- Biasanya digunakan untuk kemasan sekunder (pelindung dalam).
- Tidak memiliki struktur bergelombang di dalamnya.
Contoh: kemasan susu cair, kotak pasta gigi, kemasan makanan instan, atau wadah kosmetik.
Apa Itu Karton Box?
Karton box (atau corrugated box) adalah kemasan berbahan dasar kertas bergelombang (corrugated fiberboard). Struktur ini membuatnya lebih kuat, tahan tekanan, dan cocok untuk pengiriman barang jarak jauh.
Karton box biasanya terdiri dari tiga komponen utama:
- Liner – lapisan luar dan dalam.
- Medium / Fluting – lapisan bergelombang di tengah.
- Adhesive – lem yang menyatukan ketiganya.
Struktur ini membuat karton box jauh lebih kokoh dibanding kardus biasa. Tak heran, semua jasa ekspedisi dan e-commerce mengandalkan jenis kemasan ini.
Bahan Dasar: Kraft Paper vs Duplex Board
Kardus: Bahan Lebih Ringan
Kardus biasanya terbuat dari duplex board atau art carton. Jenis ini memiliki permukaan halus di satu sisi (putih atau berlapis laminasi) dan kasar di sisi lain. Bahannya ringan dan cocok untuk kemasan produk kecil yang tidak membutuhkan kekuatan tinggi.
Karton Box: Lebih Kokoh dan Tahan Tekanan
Karton box menggunakan kraft paper, yaitu kertas hasil olahan serat kayu dengan kekuatan tarik tinggi. Selain itu, bagian dalamnya memiliki lapisan fluting bergelombang yang berfungsi menyerap tekanan. Kombinasi inilah yang membuat karton box mampu menahan benturan, tumpukan, bahkan guncangan dalam transportasi.
Struktur Fisik dan Ketahanan
| Aspek | Kardus | Karton Box |
|---|---|---|
| Lapisan | 1–2 lapis | 3–7 lapis (tergantung kebutuhan) |
| Struktur | Rata | Bergelombang (fluting) |
| Ketahanan | Lemah terhadap tekanan | Tahan beban berat |
| Bobot | Ringan | Lebih berat |
| Kelembapan | Tidak tahan air | Dapat dilapisi anti air |
Karton box sering digunakan untuk mengemas produk elektronik, makanan curah, alat rumah tangga, atau barang ekspor. Sedangkan kardus lebih cocok untuk keperluan retail dan kemasan produk dalam ruangan.
Fungsi dalam Industri
Kardus: Untuk Penampilan dan Branding
Kardus sering dimanfaatkan untuk kemasan sekunder atau kemasan display. Karena permukaannya halus, mudah dicetak warna, dan bisa dilaminasi, kardus lebih unggul dalam estetika.
Cocok untuk:
- Kemasan produk retail.
- Kotak kosmetik, makanan ringan, minuman, dan elektronik kecil.
- Kemasan promosi atau gift box.
Karton Box: Untuk Perlindungan dan Logistik
Karton box digunakan untuk pengemasan primer saat pengiriman dan distribusi. Fungsinya adalah melindungi produk dari tekanan, benturan, dan kelembapan selama proses logistik.
Cocok untuk:
- Pengiriman e-commerce.
- Produk industri berat.
- Pengemasan ekspor.
- Pergudangan dan penyimpanan jangka panjang.
Jenis-Jenis Karton Box Berdasarkan Flute (Gelombang)
Kekuatan karton box ditentukan oleh jenis gelombang (flute) di bagian tengahnya:
| Jenis Flute | Ketebalan | Karakteristik |
|---|---|---|
| A-Flute | ±4.8 mm | Paling tebal, tahan guncangan — cocok untuk barang berat. |
| B-Flute | ±3.2 mm | Rapat dan kuat, sering dipakai untuk kemasan makanan cepat saji. |
| C-Flute | ±4 mm | Umum digunakan untuk pengiriman e-commerce. |
| E-Flute | ±1.6 mm | Tipis, ringan, dan mudah dicetak — untuk kemasan menengah. |
| BC-Flute | Kombinasi dua lapisan | Super kuat untuk barang besar dan ekspor. |
Proses Pembuatan: Dari Bubur Kertas hingga Box Siap Pakai
Proses Pembuatan Kardus
- Bubur kertas (pulp) dibentuk menjadi lembaran.
- Lembaran dikeringkan dan dipress menjadi karton.
- Permukaan dilapisi atau dicetak sesuai desain produk.
- Dipotong, dilipat, dan dilem menjadi bentuk kotak.
Proses Pembuatan Karton Box
- Kertas kraft dibuat menjadi tiga lapisan (liner-fluting-liner).
- Lapisan disatukan dengan lem khusus.
- Diformat sesuai ukuran pengiriman.
- Diuji kekuatannya melalui uji beban (ECT dan BCT).
Dampak Lingkungan dan Daur Ulang
Baik kardus maupun karton box sama-sama ramah lingkungan karena terbuat dari bahan berbasis kertas. Namun, karton box lebih mudah didaur ulang karena tidak mengandung lapisan plastik atau tinta berlebihan.
Fakta menarik:
1 ton kardus daur ulang bisa menghemat sekitar 17 pohon dan 7.000 galon air.
Industri besar kini mulai beralih ke eco-friendly corrugated box — karton box dengan bahan daur ulang hingga 80%. Ini mendukung kebijakan ESG (Environmental, Social, and Governance) di sektor logistik dan manufaktur.
Harga dan Efisiensi Penggunaan
| Aspek | Kardus | Karton Box |
|---|---|---|
| Harga | Lebih murah | Sedikit lebih mahal |
| Biaya cetak | Lebih tinggi (butuh presisi) | Lebih rendah (karena warna natural) |
| Kebutuhan industri | Retail dan display | Logistik dan ekspor |
| Umur pakai | Sekali pakai | Bisa digunakan ulang 2–3 kali |
Jika tujuanmu adalah branding dan tampilan produk, pilih kardus. Tapi jika fokusmu keamanan dan ketahanan logistik, maka karton box jauh lebih tepat.
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kardus dan Karton Box
- Mengirim barang berat dengan kardus biasa.
→ Kardus mudah penyok dan robek di ekspedisi. - Tidak memperhatikan simbol pengemasan.
→ Barang rentan rusak jika tidak ditandai “Fragile” atau “This Side Up”. - Menumpuk kemasan melebihi kapasitas.
→ Karton box punya batas tumpuk maksimum. - Menggunakan ukuran tidak sesuai produk.
→ Ruang kosong di dalam kemasan bisa menyebabkan gesekan dan kerusakan.
Cara Memilih Kemasan yang Tepat untuk Bisnis
Berikut panduan singkat:
- Tentukan jenis produk – ringan, berat, rapuh, atau basah.
- Hitung jarak pengiriman – jarak jauh = butuh karton box tebal.
- Perhatikan branding – untuk produk retail, pilih kardus dengan finishing menarik.
- Pertimbangkan biaya logistik – semakin ringan bahan, semakin hemat ongkos kirim.
- Gunakan desain ergonomis – efisien di ruang penyimpanan dan mudah dibuka.
Kesimpulan
Meski sering dianggap sama, kardus dan karton box memiliki fungsi yang berbeda.
Kardus unggul di sisi estetika dan cocok untuk kemasan produk retail, sedangkan karton box unggul dalam kekuatan dan ketahanan — ideal untuk pengiriman dan penyimpanan industri.
Bagi pelaku usaha, memahami perbedaan kardus dan karton box bisa membantu memilih kemasan yang paling efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Dengan kemasan yang tepat, bukan hanya produkmu yang terlindungi, tapi juga citra bisnismu di mata pelanggan.
Hubungi PaperPackaging sekarang untuk mendapatkan penawaran harga terbaik dan konsultasi kebutuhan khusus bisnis Anda.
Hubungi Sekarang
Telpon : +62 812-6079-7470
Whatsapp : https://wa.me/6281260797470
Email: [email protected]
Shopee : http://shopee.co.id/paperpackaging






