(021) 29093808 [email protected]
0812-6079-7470

Penggunaan Karton Sheet dalam Ekspor-Impor

Penggunaan Karton Sheet dalam Ekspor-Impor – Perdagangan internasional itu bukan cuma soal barang berpindah negara. Di belakangnya ada rangkaian proses logistik panjang: barang dikemas, disusun di atas pallet, dibungkus, masuk kontainer, menyeberang laut atau udara, lalu dibongkar lagi di negara tujuan.

Penggunaan Karton Sheet dalam Ekspor-Impor

Di titik-titik inilah “detail kecil” seperti karton sheet sering jadi penentu. Lembaran karton datar ini tampak sederhana, tapi perannya besar untuk menjaga stabilitas, keamanan produk, dan efisiensi biaya selama ekspor-impor.

Artikel ini membahas karton sheet secara menyeluruh—apa itu, kenapa penting di rantai ekspor-impor, bagaimana cara memakainya, sampai tips memilih spesifikasi yang tepat. Saya juga menyisipkan contoh praktik lapangan yang umum terjadi di gudang logistik, seperti penggunaan karton sheet dalam proses palletizing untuk pengiriman skala besar.

Apa Itu Karton Sheet dan Mengapa Relevan untuk Ekspor-Impor?

Karton sheet adalah lembaran karton datar (biasanya corrugated/bergelombang atau solid board) yang dipakai sebagai lapisan pemisah, alas, atau pelindung dalam penyusunan barang di atas pallet maupun di dalam kontainer.

Dalam praktik palletizing, karton sheet sering ditempatkan di antara lapisan produk atau sebagai alas paling bawah agar barang lebih rapi, stabil, dan tidak langsung bersentuhan dengan pallet kayu/plastik. Ukuran yang sering dipakai mengikuti standar pallet industri, misalnya 800 × 1.200 mm.

Dalam ekspor-impor, relevansinya makin kuat karena perjalanan barang lintas negara menghadirkan risiko ekstra:

  • durasi transit lebih lama,
  • perpindahan moda (truk → kapal → truk),
  • guncangan berulang,
  • perubahan suhu/kelembapan,
  • serta risiko gesekan dengan dinding kontainer.

Karton sheet membantu menutup celah-celah risiko tersebut dengan cara yang murah namun efektif.

Fungsi Utama Karton Sheet di Rantai Ekspor-Impor

1. Menstabilkan Susunan Pallet (Palletizing)

Ekspor umumnya memakai pallet untuk mempercepat bongkar-muat. Tantangannya: produk yang disusun bertingkat bisa miring atau “melorot” ketika forklift mengangkat pallet, saat kapal oleng, atau ketika truk melewati jalan tidak rata.

Karton sheet berfungsi sebagai lapisan perata. Ia mengurangi titik tekanan yang tidak merata, meminimalkan geser antarlapisan, dan membuat tumpukan lebih “mengunci” satu sama lain.

2. Melindungi Produk dari Gesekan dan Benturan

Banyak barang ekspor seperti botol kaca, elektronik, atau produk dengan permukaan sensitif rentan tergores. Karton sheet jadi bantalan pasif yang menahan benturan kecil dan gesekan antarlapisan. Ini berguna ketika produk disusun rapat atau ketika kontainer mengalami getaran selama pelayaran.

3. Membagi Beban agar Tidak Merusak Kemasan

Bayangkan kardus berisi barang ditumpuk tinggi. Bagian bawah menanggung beban besar. Karton sheet membantu distribusi beban lebih rata ke seluruh permukaan lapisan kardus sehingga kemasan tidak “kempes” di titik tertentu. Ini penting terutama untuk ekspor jarak jauh yang membutuhkan tumpukan tinggi agar muatan efisien.

4. Menjadi Penghalang Kelembapan dan Debu

Pallet kayu bisa membawa debu, serpihan, atau kelembapan sisa. Karton sheet sebagai alas mencegah kardus menyentuh langsung pallet. Di beberapa rute ekspor yang lembap (misalnya lintas tropis atau musim hujan di pelabuhan), lapisan ini ikut mengurangi risiko lembap yang membuat kardus melemah.

5. Meningkatkan Kerapian dan Kecepatan Handling

Gudang ekspor selalu mengejar kecepatan dan akurasi. Karton sheet membantu lapisan produk tetap rata sehingga proses wrapping (stretch film) dan strapping lebih mudah. Hasilnya pallet terlihat rapi, stabil, dan cepat selesai diproses. Praktik seperti ini umum dalam pengiriman massal ribuan lembar karton sheet dari gudang produsen ke pelanggan industri.

Karton Sheet vs Material Pelapis Lain

Beberapa perusahaan mencoba alternatif lain seperti plastik lembaran, plywood tipis, atau foam. Karton sheet tetap populer karena kombinasi faktor berikut:

  • Ringan → tidak menambah berat volumetrik secara signifikan.
  • Murah → biaya per pallet kecil tapi efeknya besar.
  • Mudah didaur ulang → cocok untuk perusahaan berorientasi ESG.
  • Fleksibel → bisa dipotong custom mengikuti ukuran produk.

Plastik memang tahan air, tetapi lebih licin sehingga kadang membuat lapisan gampang bergeser. Plywood kuat, tapi berat dan mahal. Foam melindungi benturan, tapi biayanya tinggi dan sulit ditangani dalam jumlah besar. Dalam ekspor-impor yang serba efisiensi, karton sheet sering jadi “sweet spot”.

Peran Karton Sheet dalam Kontainer Ekspor

Selain di pallet, karton sheet juga sering dipakai langsung di dalam kontainer, misalnya:

  1. Lining dinding kontainer
    Untuk barang yang sensitif terhadap gesekan (misalnya furniture, panel plastik, atau produk gulungan), karton sheet dicantel/ditumpuk sebagai pelapis dinding agar kontainer tidak menggores permukaan barang.
  2. Floor protection
    Beberapa kontainer punya lantai yang tidak rata atau kotor. Karton sheet membantu membuat permukaan lebih aman untuk barang yang ditaruh tanpa pallet.
  3. Void filling sederhana
    Ketika ada sisa ruang kecil di sela muatan, karton sheet bisa digunakan sebagai pengganjal kering agar barang tidak bergerak bebas.

Perusahaan logistik yang rutin ekspor biasanya sudah punya SOP pemakaian karton sheet sebagai bagian dari “cargo securing”.

Studi Praktik Lapangan: Palletizing Skala Besar

Dalam skenario gudang nyata, penggunaan karton sheet biasanya terlihat seperti ini:

  1. QC lembaran
    Sebelum dipakai atau dikirim, karton sheet dicek agar tidak lembek, robek, atau cacat.
  2. Penempatan di pallet standar
    Lembaran diletakkan sebagai alas mengikuti ukuran pallet (misal 800 × 1.200 mm). Lalu produk disusun di atasnya.
  3. Interlayering
    Setelah satu lapisan produk tersusun, karton sheet diletakkan lagi sebagai pemisah sebelum lapisan berikutnya.
  4. Wrapping dan strapping
    Setelah tinggi pallet sesuai standar ekspor, hasilnya dibungkus stretch film dan diikat tali plastik/metal.
  5. Loading forklift ke truk/kontainer
    Karton sheet membuat pallet lebih stabil saat diangkat forklift dan saat ditumpuk di kontainer. Proses ini lazim pada pengiriman ribuan lembar karton sheet atau pemakaian karton sheet sebagai komponen SOP palletizing pelanggan industri.

Walau contoh ini terjadi di distribusi domestik, pola prosesnya identik dengan ekspor. Bedanya hanya pada kontrol tambahan ekspor seperti fumigasi pallet kayu atau persyaratan dokumen kemasan.

Standar dan Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan

Ekspor-impor menuntut konsistensi. Karton sheet yang terlalu tipis tidak berguna, terlalu tebal malah menambah biaya. Hal yang biasanya jadi patokan:

1. Ketebalan dan Jenis Flute

  • Single wall (C/B flute): umum untuk barang ringan–sedang.
  • Double wall: untuk beban berat, tumpukan tinggi, atau perjalanan sangat jauh.
  • Solid board: lebih rata dan kaku, cocok untuk lapisan pemisah produk kecil yang butuh permukaan halus.

2. GSM / Kekuatan Tekan

Untuk ekspor, indikator seperti bursting strength (Mullen test) dan edge crush test (ECT) sering dipakai produsen karton untuk menentukan kekuatan. Semakin tinggi risiko beban dan vibrasi, semakin tinggi spesifikasi yang dibutuhkan.

3. Ukuran Custom

Walau ada ukuran standar pallet, banyak kasus ekspor memerlukan ukuran khusus:

  • pallet Eropa (800×1200),
  • pallet Asia/US (1000×1200),
  • atau ukuran non-standar untuk barang oversized.

Produsen biasanya bisa die-cut atau slitting sesuai desain.

4. Lapisan Anti-Slip atau Coating

Untuk produk licin (misalnya karton berisi botol atau kaleng), karton sheet bisa diberi coating anti-slip agar lapisan tidak bergeser. Ini membantu mengurangi kerusakan akibat “pallet collapse”.

Cara Memilih Karton Sheet yang Tepat untuk Ekspor-Impor

Berikut panduan praktis yang sering dipakai tim packing ekspor:

  1. Hitung berat per lapisan pallet.
    Kalau satu lapisan berisi 200–400 kg, pilih karton sheet double wall atau flute besar.
  2. Perhatikan bentuk produk.
    Produk dengan tepi tajam butuh karton sheet yang lebih tebal agar tidak sobek.
  3. Analisis rute pengiriman.
    Rute laut 30–45 hari + bongkar muat berulang butuh spesifikasi lebih kuat dibanding rute darat singkat.
  4. Cek kondisi kontainer/pallet.
    Kalau pallet kayu kasar atau kontainer sering lembap, karton sheet wajib jadi alas.
  5. Uji coba sebelum produksi massal.
    Ambil sampel, buat satu pallet penuh, lakukan simulasi handling (angkat forklift, guncang ringan). Kalau lapisan masih stabil, spesifikasinya sudah pas.

Dampak Ekonomi: Kecil di Biaya, Besar di Penghematan

Salah satu alasan karton sheet jadi standar dalam ekspor adalah logika ekonominya.

  • Biaya karton sheet per pallet relatif kecil.
  • Tapi biaya kerusakan barang ekspor bisa berkali-kali lipat: retur internasional, klaim asuransi, denda keterlambatan, reputasi turun.

Karton sheet berperan sebagai “asuransi murah”. Bahkan mengurangi kerusakan 1–2% saja sering sudah menutup seluruh biaya tambahan karton sheet dalam satu pengiriman.

Aspek Keberlanjutan (Sustainability)

Tren ekspor global makin menuntut kemasan ramah lingkungan. Banyak buyer luar negeri mensyaratkan:

  • kemasan dapat didaur ulang,
  • minim plastik sekali pakai,
  • atau memiliki sertifikasi material berkelanjutan.

Karton sheet unggul karena berbasis kertas, mudah terurai, dan bisa masuk alur daur ulang negara tujuan. Ini memberi nilai tambah di mata buyer, terutama di pasar Eropa dan Jepang yang sensitif isu lingkungan.

karton sheet untuk ekspor

Kesalahan Umum dalam Pemakaian Karton Sheet

Biar fungsi maksimal, hindari beberapa kesalahan ini:

  1. Menggunakan karton sheet terlalu tipis.
    Efeknya cuma jadi “pajangan”, tidak menahan beban.
  2. Tidak rata saat dipasang.
    Kalau lipat atau menonjol, lapisan di atasnya ikut miring.
  3. Ukuran tidak pas pallet.
    Karton sheet yang lebih kecil dari pallet membuat sisi produk menggantung dan mudah penyok.
  4. Tidak dikombinasikan dengan wrapping/strapping yang benar.
    Karton sheet membantu stabilitas, tapi tetap perlu stretch film dan tali pengikat yang sesuai.

Penutup

Dalam ekspor-impor, keamanan barang bukan ditentukan satu faktor besar, melainkan kumpulan keputusan kecil yang tepat. Karton sheet adalah salah satu keputusan kecil itu—lembaran sederhana yang bekerja diam-diam menjaga tumpukan tetap stabil, melindungi produk dari gesekan, menahan beban, dan membuat proses logistik lebih rapi.

Saat digunakan dengan spesifikasi yang benar dan SOP yang konsisten, karton sheet bukan sekadar pelengkap palletizing. Ia menjadi bagian penting dari strategi penghemasan ekspor yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

error: Content is protected !!